Malam ini di sudut kota seorang dara cantik berjalan menyusuri
jalanan kota, air matanya menetes berbaur dengan hujan gerimis yang
membasahi setiap sudut ruang di bumi. Hatinya sedang teriris sembilu
yang dalam, baru saja dia dikhianati oleh lelaki yang sangat
dicintainya. Gadis itu bernama shinta. Dia gadis yang baik hati, namun
nasib cintanya selalu saja tidak mujur berkali-kali dia selalu saja
dikhianati lelaki yang dicintainya. Yang dialaminya seperti kutukan yang
sudah terpatri dalam dirinya yang tak bisa di hilangkan. Malam itu
hatinya sangat terpukul, di tengah hujan yang semakin deras dia
bersimpuh dan wajahnya menengadah ke langit, dia mengadu pada tuhan apa
yang sedang dialaminya sekarang.
“Ya Allah, Ya Tuhanku, kenapa cerita cintaku selalu berakhir seperti
ini? kenapa? Apa ini kutukan yang harus aku jalani Ya Allah, jika memang
seperti itu, tolong kuatkan hamba agar hamba mampu melewati semua ini,
karena hamba yakin pasti Engkau telah menyiapkan rencana yang begitu
hebat di balik semua ini” teriaknya mengadu pada sang Khaliq.
Setelah selesai mengadu, shinta melanjutkan langkahnya yang sempoyongan
di bawah derasnya hujan yang membasahi tubuhnya. Hatinya sudah mulai
lega dan dia sudah mulai bisa menerima semuanya dengan lapang dada.
Sesampainya di rumah dia berusaha terlihat tegar dihadapan keluarganya,
dia tidak mau seluruh keluarganya mengetahui kalau hatinya sedang
terluka. Meski semua itu berat baginya. Shinta langsung bergegas ke
kamar dan mandi karena badannya basah kuyup. Shinta terlalu lelah, baik
fisik maupun batinnya sehingga dia langsung terlelap dalam tidurnya.
Di belahan bumi lain, malam itu ada seseorang lagi yang sedang patah
hati, dia bernama rama. Dia juga baru saja dikhianati oleh perempuan
yang dicintainya. Namun berbeda dengan shinta, dia baru kali pertama di
sakiti oleh perempuan yang juga merupakan cinta pertamanya. Rama juga
merasakan sakit hati yang begitu dalam, sama halnya seperti shinta. Di
tengah derasnya hujan rama berjalan menyusuri jalanan kota. Dengan berat
hati dia berusaha mengikhlaskan semuanya. Karena dalam benaknya dia
berkeyakinan, hal yang terbaik pasti telah di rencanakan oleh tuhan
untuk dirinya. Rama dan shinta adalah anak manusia yang sama-sama sedang
merasakan sakit hati karena dikhianati oleh orang yang mereka cintai.
Pagi harinya shinta harus kembali ke sekolah, karena hari ini ada try
out untuk menghadapi ujian nasional, shinta adalah seorang siswi SMA
kelas XII di malang. Dia harus berkonsentrasi dengan ujian nasional yang
sebentar lagi akan dihadapinya, meski saat ini hatinya tengah terluka.
Tak jauh beda dengan rama, ternyata rama dan shinta bersekolah di
sekolah yang sama. Kelihatannya mereka memang di takdirkan untuk
bertemu, hari ini shinta hampir saja terlambat, begitu juga rama. Mereka
bergegas menuju ke kelas masing-masing, dan mereka bertabrakan di
halaman depan sekolah. Barang-barang yang mereka bawa berhamburan
kesana-kemari. Karena sama-sama terburu-buru, mereka hanya saling
berminta maaf, dan bertatap muka sejenak. Tanpa mereka sadari buku
mereka tertukar. Mereka langsung berlalu begitu saja.
Setelah ujian try out mereka selesai, baru mereka sadari bahwa buku
mereka saling tertukar. Shinta berusaha mencari pemilik buku itu yang
sebenarnya. Namun belum juga di temukan, lalu shinta menuju
perpustakaan. Shinta membaca isi buku yang dibawanya, dalam buku itu
tertulis nama M. RAMADHAN RIZKY PRATAMA. Kalau namanya takdir memang
tidak bisa di elakkan, ternyata rama juga sedang berada di perpustakaan,
rama juga sedang mencari shinta pemilik buku yang di bawanya. Mereka
pun bertemu kembali. “maaf, apakah kamu M. Ramadhan Rizky Pratama,
pemilik buku ini?” tanya shinta pada rama sambil menunjukan buku yang di
bawanya. “iya, benar, dan apakah kamu SINTHA MAYA SEPTHA, pemilik buku
ini?” jawab rama, sembari bertanya kembali pada shinta tentang buku yang
di bawanya. “iya benar, maaf tadi pagi buku kita tertukar ternyata”.
Jawab shinta sambil meminta maaf. “iya tidak apa-apa, aku juga minta
maaf, karena tadi aku terburu-buru jadi tidak sempat memeriksa bukuku”.
Kata rama meminta maaf juga pada shinta. “tidak apa-apa, aku tadi juga
terburu-buru, perkenalkan aku Shinta”. Kata shinta memperkenalkan diri.
“aku sudah tahu, tadi aku baca bukumu ini”. Kata rama. “ow iya, pasti
kamu Rama, aku tadi juga sudah membaca bukumu ini”. Ucap shinta pada
rama. “iya, kamu kelas berapa shin?” tanya rama. “aku kelas XII IPS 2,
kamu pasti juga kelas XII iya kan?” ucap shinta kembali bertanya pada
rama. “iya kok tahu ‘ngintip’ ya? aku XII IPS 4”. canda rama mencairkan
suasana yang sedikit kaku. “kamu bisa aja ram, tapi aku kok tidak pernah
lihat kamu ya sebelumnya”. Kata shinta. “iya ya, kok baru sekarang ya
kita bertemu, aku juga tidak pernah lihat kamu sebelumnya”. Kata rama.
“mungkin kitanya yang tidak terlalu populer di sekolah ini, jadi kita
tidak pernah bertemu” kata shinta dengan nada bercanda. “he he he, iya
ya mungkin, terus kita juga yang terlalu kuper” ucap rama dengan
tersenyum. “kamu sering juga ke perpustakaan ram?” tanya shinta. “iya
tempat favoritku” ujar rama. “wah rajin juga kamu ram” ejek shinta.
“kamu bisa aja shin, biasa saja kok” sahut rama santai.
Obrolan di antara rama dan shinta mulai lebih akrab. Dan setelah
pertemuan di perpustakaan tadi mereka jadi sering bertemu, dan saling
bertukar info serta wawasan di tempat favorit mereka, perpustakaan
sekolah. Banyak kesamaan di antara rama dan shinta. Tak sulit bagi
mereka untuk menemukan kenyamanan dan kecocokan di antara keduanya.
Sakit hati yang sama-sama mereka rasakan lama-lama telah terobati dengan
hadirnya rama bagi shinta maupun sebaliknya. Setelah beberapa bulan
mereka berteman, pertemanan mereka semakin dekat dan akrab, dan mulailah
tumbuh benih-benih cinta di antara mereka. Meski sisa-sisa rasa sakit
masih menghantui mereka. Namun mereka sadar masa lalu tidak boleh
menghantui masa depan mereka, dan mereka pun sepakat untuk menyatukan
mereka dalam suatu ikatan yaitu pacaran. Mereka menjadi semakin kompak,
mereka tak jarang belajar bersama. Karena jurusan mereka yang sama lebih
memudahkan mereka untuk belajar bersama sekaligus curi-curi kesempatan
pacaran.
Rama dan shinta merupakan pasangan yang serasi, karena mereka
memiliki banyak kesamaan, dan mereka juga salah satu bintang di kelas
mereka masing-masing. Mereka merupakan pasangan emas, begitu sebutan
teman-teman mereka bagi mereka. Karena mereka pasangan yang sama-sama
bintang kelas, dan sama-sama ganteng dan cantik. Mereka berdua jadi
semakin kompak saja, belajar bersama, pulang sekolah bersama, ke kantin
bersama, apapun bersama. (kecuali mandi dan tidur, tidak bersama). Dan
ketika pengumuman kelulusan pun mereka berdua lulus dengan nilai yang
memuaskan peringkat mereka pun tak jauh berbeda. Mereka adalah pasangan
yang cocok, dan kompak. Sangking kompaknya tempat kuliahpun mereka satu
universitas dan satu fakultas pula. Mereka mengambil jurusan ilmu
psikologi di Universitas Negeri Malang, karena mereka sama-sama suka
dengan ilmu psikolog. Karena mereka di pertemukan lagi dalam satu
universitas dan bahkan fakultas, cerita cinta mereka jadi semakin
berwarna, dan jadi semakin kompak. Namun Tuhan berkehendak lain. Ketika
mereka pulang dari kampus kejadian yang tidak di duga menimpa mereka.
Mereka mengalami kecelakaan sepeda motor yang sangat mengerikan. Sampai
akhirnya nyawa rama tak dapat tertolong lagi. Sebelum hidupnya berakhir,
rama sempat menggenggam tangan shinta yang berada di sampingnya dengan
keadaan yang lemas dan bercucuran darah. Dia bilang dia sangat mencintai
shinta, dan akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan
shinta yang berusaha menahan rasa sakitnya demi untuk rama. “rama,
jangan tinggalkan aku” teriak shinta di atas tubuh rama yang sudah
lemas. Dan tak lama setelah itu, shinta pun tergeletak tak sadarkan diri
di dada jasad kekasihnya rama. Kisah cinta mereka bak romeo dan juliet.
Setelah kejadian itu shinta merasa terpukul sekali, dia harus
kehilangan orang yang dicintainya lagi dengan cara yang sangat
menyedihkan. Selain itu keluarga rama dan sahabatnya david juga merasa
sangat kehilangan, mereka seakan kehilangan semangat hidup lagi. Shinta
trauma untuk mencintai lagi, dia tidak mau kehilangan orang yang
dicintainya lagi. Setelah menghadiri pemakaman rama shinta kembali harus
menata puing-puing hatinya yang hancur. Dia berusaha untuk bangkit
kembali menjalani kehidupannya seperti semula, meski dia harus menjalani
itu semua dengan sendirian tanpa rama yang selalu bersamanya.
Tapi ternyata, meski jasad rama telah di kebumikan, jiwa rama dan roh
rama tetap ada di samping shinta. Rama ternyata menjadi hantu
penasaran, karena kematiannya disebabkan oleh perkara yang tidak
semestinya. Agar rohnya dapat menuju surga, rama harus melindungi 3
orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Waktu yang dia miliki hanya
selama 50 hari. Kalau dia bisa memenuhi syarat itu, maka dia akan menuju
surga Allah yang abadi. Rama bahagia sekali mendengar hal itu, karena
ini berarti, dia tetap bisa melindungi shinta dan tetap bisa melihat
shinta meski shinta tak dapat melihatnya.
Saat itu shinta termenung sendiri di teras rumanya. Tiba-tiba
terbersit dalam pikirannya, tentang kenangan indahnya bersama rama.
“andai saja rama tetap disini menemaniku dan menjagaku” dalam angan
shinta berbicara. “shinta, aku akan selalu melindungimu, dan tak kan ku
biarkan orang lain menyakitimu” ucap roh dari rama pada shinta yang
sedang termenung. Shinta tidak melihat rama, namun dia dapat merasakan
kehadiran rama di sisinya. “rama, apa kau ada disini?, aku yakin kamu
akan selalu melindungiku, karena kamu selalu ada di sini” ucap shinta
sembari memegang lubuk hatinya. “iya shinta, aku akan selalu
melindungimu” ucap rama penuh dengan kasih sayang, meski shinta tak
dapat mendengar perkataanya lagi. Karena mereka berdua di pisahkan oleh
dua alam yang sangat berbeda jauh dan tak mungkin dapat bersatu.
Hari pertama rama menjalani 50 hari kesempatan itu, dia melihat
sahabat dekatnya david sedang murung karena baru saja berduka karena
kepergian rama di tambah lagi ditinggalkan oleh pacarnya. Semasa
hidupnya David adalah sahabat paling dekat rama, semua mereka lakukan
bersama, saling bercerita tentang masalah mereka masing. Karena rasa
kehantuannya (kemanusiaannya), dia pun mencoba menghibur temannya itu
dengan berbagai cara. Meski dia tidak bisa secara langsung memberi
dukungan, namun rama tetap berusaha membuat david tidak bersedih
kembali. Rama mencoba menuliskan sesuatu di atas kertas yang bermaksud
untuk menghibur david dan memberitahukan apa yang sedang di alaminya.
David mengetahui dan membaca isi dari kertas itu dan akhirnya rama
berhasil membuat sahabatnya itu tersenyum kembali meski mereka berdua
sudah berbeda alam. David merasa senang sekali karena sahabatnya rama
masih peduli padanya meski dia telah tiada. “ram, aku tahu kamu pasti
sekarang berada di sini, aku ingin melihatmu ram, tunjukkan wujudmu
rama, dan terima kasih kamu masih tetap selalu mendukungku”. Kata david
yang seolah merasakan kehadiran rama di kamarnya. Rama mencoba memberi
isyarat pada david tentang keberadaannya. “biasanya di film-film horor
kalau ingin bisa melihat makhluk halus harus melihatnya dari bawah atau
terbalik, aku coba saja siapa tahu aku bisa melihat rama lagi”. Ucap
david dalam hati. Dengan konyolnya david membuktikan itu, dan ternyata
benar dia bisa melihat rama sahabatnya, bahkan dia bisa berdialog
dengannya meski tak dapat saling bersentuhan. “rama, aku tidak menyangka
bisa melihatmu kembali, aku dan teman-teman yang lain sangat kehilangan
kamu”. Ucap david berdialog dengan rama. “iya vid, ini aku rama, aku
juga bersyukur masih di beri kesempatan bersamamu lagi meski sekarang
kita telah berbeda”. Kata rama. “apa yang sebenarnya terjadi padamu
ram?”. Tanya david penasaran. Rama pun menceritakan semuanya pada david,
percaya tidak percaya inilah yang terjadi pada rama. Dan ini adalah
salah satu potret ikatan persahabatan sampai mati antara insan manusia.
Seperti saat rama masih hidup, kali inipun david dan rama selalu
menghabiskan waktu bersama, meski kadang david sering di bilang aneh
oleh teman-temannya karena dia sering terlihat mengobrol sendiri,
padahal sebenernya dia sedang ngobrol dengan rama. memang tak ada yang
bisa melihat rama kecuali david.
Minggu kedua setelah kepergian rama, rama mengunjungi rumahnya untuk
melihat bagaiman keadaan keluarganya selepas kepergiannya. Dan ternyata
hal yang tak di duga rama terjadi, rumahnya di segel oleh bank dan orang
tuanya di usir dari rumah mereka sendiri. Melihat hal seperti ini hati
rama merasa sangat bersedih, meskipun dia bukan lagi manusia dia tetap
bisa merasakan kesedihan dan kesusahan yang dialami orang tua dan
adiknya romi. Dia merasa sangat bersalah karena di saat orang tuanya
membutuhkan dia, dia sudah tiada. Kini orangtua rama dan romi adik rama
tinggal di rumah sederhana yang masih ngontrak pula. Rama pun
berinisiatif mencari tahu apa penyebab keluarganya menjadi seperti ini.
Dia pergi ke kantor ayahnya dulu ternyata kantor yang dimiliki ayahnya
dulu kini di ambil alih oleh om hendrawan musuh bebuyutan ayah rama.
Mereka berdua sering berkompetisi dalam memenangkan sebuah proyek, dan
puncaknya proyek yang mereka perebutkan kali ini dimenangkan oleh om
hendrawan yang menyebabkan ayah rama pailit atau biasa di sebut
bangkrut. Rama merasakan ada kejanggalan yang terjadi di kantor ayahnya.
Dengan keterbatasannya rama menyelediki hal terebut, karena rama
seorang hantu jadi rama bisa dengan mudah menguping pembicaraan om
hendrawan dengan sekretaris ayahnya dulu tante susi. Hal ini mempermudah
rama menyelidiki kasus ini. Dan ternyata yang dicurigainya benar,
ternyata om hendrawan dan tante susi memiliki hubungan khusus di luar
pekerjaan. Dan kebangkrutan ayah rama itu juga akibat dari kecurangan om
hendrawan yang memanfaatkan tante susi untuk mencurangi ayahnya.
Rama langsung pergi ke rumah david sahabatnya. David memang
satu-satunya orang yang dapat melihat rama. Rama menceritakan semua yang
terjadi pada keluarganya pada david. Dan kali ini rama meminta bantuan
david untuk menyelesaikan kasus ini dengan bantuan ayahnya. Karena om
tedi (ayah david) salah satu manager di perusahaan ayahnya, rama meminta
david untuk membicarakan kasus ini pada ayahnya. Percaya tidak percaya
ayah david mencari bukti-bukti kecurangan om hendrawan, dan ternyata
memang benar apa yang di ceritakan david anaknya. Om tedi mendapatkan
banyak bukti tentang kejahatan tante susi dan om hendrawan, dan akhirnya
om tedi pun melaporkan mereka ke polisi. Dan kini perusahaan ayah rama
kembali di kuasai oleh ayah rama. Dan kini keluarga rama bisa kembali
seperti semula.
Minggu keempat dari 50 hari waktu rama. Rama mengunjungi sahabatnya
david. Dia melihat sahabatnya sedang dalam keadaan galau tingkat tinggi.
Rama berusaha berkomunikasi dengan david. David menceritakan apa yang
sekarang sedang dialaminya. Ternyata om tedi sakit keras. Tidak
main-main sakitnya, gagal ginjal tapi david kekurangan biaya untuk
transplantasi ginjal maklum saja om tedi hanya manager biasa yang
gajinya hanya 3 juta perbulan itu pun untuk biaya adik-adik david yang
masih sekolah. Rama merasa sangat iba pada keadaan sahabatnya david,
rama mengerahkan seluruh kepintarannya sebagai hantu untuk mencari
solusi tentang masalah sahabatnya itu. Tiba-tiba terbersit dalam
pikirannya, “kenapa tidak meminta bantuan ayah, bukankah dulu om tedi
yang sudah membantu ayah berdiri dari kebangkrutan”. Tanpa pikir panjang
pun rama menuju kerumahnya, dengan kemampuannya sebagai hantu rama
tidak usah lama dan tidak usah mengeluarkan ongkos ojek untuk dapat
sampai di rumahnya. Hanya dengan kedipan mata saja dia sudah berada di
rumahnya. Rama berusaha menyampaikan keadaan om tedi saat ini pada
ayahnya. Namun karena perbedaan alam di antara mereka ayah rama tidak
dapat mengerti apa yang di sampaikan rama. Tanpa putus asa rama berusaha
menyampaikan hal itu, dia mencoba memberitahukan pada ibunya, karena
perasaan ibu itu lebih peka, mungkin saja dia dapat mengerti apa yang
disampaikannya. Benar ibu rama merasakan kehadiran rama di sampingnya.
“Rama apa itu kau nak, ibu merasakan ada kamu di sini nak, ada apa
sehingga kamu mengunjungi kami nak?” ucap ibu rama dengan penuh rasa
sayang pada anaknya. Dengan kekuatan hantunya rama menuliskan “bantu om
tedi bu,” di selembar kertas. Dan ibu rama langsung membaca tulisan itu.
Dengan bercucuran air mata beliau langsung menyampaikan hal itu pada
ayah rama yang sedang duduk santai di ruang keluarga bersma romi. Ayah
rama langsung meneteskan air matanya. “Rama, kamu ada disini nak, ayah
kangen sama kamu nak, dimana sekarang kamu nak?” ucap ayah rama seakan
mengajak dialog rama, meskipun beliau tidak dapat melihat sosok anak
kesayangannya itu. “kak rama di mana?, romi kangen kak” sahut romi yang
juga meneteskan air matanya. Rama menulis lagi “Rama di sini ayah, ibu,
Romi, rama juga kangen dengan kalian, ayah, bantu om tedi yah.” ucap
rama sambil menitihkan air mata. Meskipun dia hantu tapi dia masih bisa
menangis. “iya nak ayah janji akan mengunjungi om tedi besok,”. Ucap
ayah rama. “terimakasih ayah, rama pamit dulu ya semuanya,” rama
menuliskan itu. Dengan berat hati rama meninggalkan keluarganya.
Keesokan harinya ayah dan ibu rama menepati janjinya untuk menunjungi
om tedi. Dan om tdi sedang terkulai lemah tak berdaya di tempat
tidurnya. Sedangkan david baru saja pulang dari interview di sebuah
perusahaan, namun tak juga di terima. Ayah rama terkejut melihat keadaan
om tedi beserta keluarganya. Ayah rama langsung menerima david di
perusahaannya, dan membawa om tedi ke rumah sakit agar dapat menerima
pengobatan lebih lanjut. Semua biaya pengobatan om tedi di tanggung ayah
rama, sebagai balas budi yang telah dilakukan om tedi dulu sewaktu ayah
rama sedang bangkrut. Nyawa om tedi pun bisa bertahan lebih lama
setelah dilakukan transplantasi ginjal. Hubungan keluarga rama dan om
tedi semakin dekat. Mereka berdua pun sepakat menjodohkan romi dengan
zahra adik david. Melihat apa yang terjadi di antara keluarganya dengan
keluarga sahabatnya david, rama menjadi bahagia, meskipun dia tidak
dapat meraskannya sendiri.
Hari ke-40, waktu rama hanya tersisa 10 hari lagi, rama takut takut
jika dia gagal menjalankan tugasnya. Namun rama tak menghiraukan hal
itu. Rama hanya berpikir “aku harus melindungi semua orang yang ku
sayangi termasuk shinta”. Rama tersentak, ia teringat selama 40 hari ini
dia sama sekali tidak mengunjungi kekasihnya shinta, karena terlalu
sibuk dengan petualangannya sebagai hantu baru. Dia pun langsung menemui
shinta, tapi ternyata shinta tidak ada di rumahnya. Rama mencari cinta
kemana-mana, ke tempat favorit mereka dulu sewaktu pacaran juga tidak
ada. Ternyata rama menemukan shinta ada di makam rama. Shinta berziarah
ke makam rama untuk mengenang 40 hari meninggalnya rama sekaligus
anniversary jadian mereka. Rama merasa sangat terharu, ternyata
kekasihnya belum melupakannya. Shinta menangis di pusara rama, mengenang
semua yang mereka lalui bersama, rama pun tak kuasa melihat itu, hingga
ia pun tak sadar meneteskan air mata. “Rama, bagaimana keadaanmu
sayang? baik-baik saja kan? Aku sangat merindukanmu sayang, hari ini
anniversary kita andaikan kita masih bersama, aku tidak kuat lagi ram,
aku ingin menyusulmu.” ucap shinta dengan terbata-bata. “shinta sayang
jangan bicara seperti itu, aku akan tetap disampingmu sayang,” berulang
kali rama mengucapkan itu namun shinta tidak dapat mendengarnya. Saking
rindunya sepulang dari makam shinta selalu memikirkan rama, sampai dia
tidak makan dua hari. Dan akhirnya penyakit shinta kambuh, kali ini
lebih parah, karena kondisi shinta yang kelelahan sekaligus tidak
teratur makan, hingga membuat dia di opname. Rama bingung apa yang harus
ia lakukan untuk menyembuhkan kekasihnya itu.
Dia pun menceritakan hal itu pada david dan meminta tolong padanya.
David menjenguk shinta di rumah sakit, dan berusaha menghibur shinta.
Shinta pun merasa terhibur dengan kedatangan david, keadaannya pun
berangsur membaik. Setelah 3 hari di rumah sakit Shinta pun dapat
beristirahat di rumah. Semenjak dari rumah sakit david dan shinta pun
semakin dekat. Melihat kekasih yang dia sayangi bisa tersenyum lagi
karena kedatangan sahabatnya rama merasa lega. Dia pun berpikir “Aku
titipkan saja shinta pada david, biarkan mereka menikah, aku akan merasa
tenang jika shinta di jaga oleh david”. Karena waktunya sebentar lagi
telah habis, dan misinya sudah berhasil, menyelamatkan 3 orang yang
paling berarti dalam hidupnya, keluarganya, sahabatnya dan kekasihnya.
Rama menemui david. “Vid, aku lihat shinta dapat tersenyum kembali
setelah kehadiranmu, kalian cocok, jaga dia vid”. Ucap rama. “maksud
kamu apa ram, bukankah kamu juga bisa melindunginya?” ucap david tidak
mengerti. “nggak bisa terus begini vid, meskipun aku sangat
mencintainya. Besok waktuku udah habis, aku akan kembali pada Allah, dan
aku nggak akan bisa menjaga shinta lagi, karena duniaku dengan dia itu
berbeda. Jadi aku titipkan shinta padamu vid.” kata rama dengan
meneteskan air mata. “jadi kita nggak akan bertemu lagi ram?” ucap david
yang juga menitikan air mata. “iya, besok jam 12 malam aku akan di
jemput oleh malaikat, jadi ini pertemuan terakhir kita, jadi aku mohon
jaga shinta vid, aku titipkan dia bersamamu. Kamu mau kan?” ucap rama.
“Iya, tenang saja aku akan menjaga dia seperti kamu menjaganya, aku juga
tidak akan menyakiti hatinya, karena aku juga mencintainya, seperti
kamu mencintainya.” ucap david meyakinkan rama. “Makasih vid, awas kalau
sampai kamu menyakitinya, aku nggak akan ragu meminta malaikan izrail
mencabut nyawamu, aku kan udah CSan dengan malaikat.” ucap rama sedikit
bergurau. Spontan david ingin memeluk rama tapi “eit, ingat bro kita
nggak bisa bersentuhan”. Ucap rama sambil menghentikan langkah david.
“ow iya, maaf aku lupa, he he he”. Tawa memecah di antara mereka.
Tiba-tiba terdengar teriakan ibu david “david, kamu ngobrol dengan siapa
nak?” teriak ibu david. “hemm, tidak bu ini david sedang telfon dengan
teman david.” david mencari alasan. Mereka berdua pun lepas dengan tawa
mereka. Inilah persahabatan dua makhluk berbeda alam.
Pagi yang cerah membangunkan david dari mimpinya semalam. Dia
langsung bergegas mandi, sarapan dan pergi ke rumah shinta. David
menceritakan semuanya tentang rama pada shinta. Shinta menangis
tersedu-sedu. “kenapa kamu baru bercerita sekarang vid?” ucap shinta
terbata-bata. “rama tidak mengijinkan aku untuk bercerita, hanya aku
yang dapat melihatnya shin,” david mencoba menjelaskan pada shinta. “di
mana aku dapat bertemu dengan dia vid, aku ingin bertemu dia untuk yang
terakhir kalinya.” rengak shinta. “nanti jam 12 malam rama akan di
jemput oleh malaikat, nanti kita bersama-sama melepas kepergiannya, kita
datang di makamnya.” ucap david. “iya vid, aku mau.” tegas shinta.
Siang telah berganti malam, bulan memancarkan sinarnya dan tersenyum
dengan indah. Malam ini david dan shinta pergi ke makam rama. Dan tepat
jam 23:45 mereka telah sampai di makam rama. Di sana terlihat cahaya
terang di atas pusara rama. Rama melangkah ke arah cahaya itu. “Rama,
tunggu dulu” teriak david. “shinta kamu gunakan mata batinmu, agar kamu
dapat melihat rama”. David berbisik pada shinta. Rama menoleh dan
terkejut melihat ada sahabatnya david dan kekasihnya shinta. “david,
shinta, kenapa kalian disini?”. Tak kuasa rama menahan air matanya.
“rama, kenapa selama ini kamu tidak menampakkan wujudmu dihadapanku?”
shinta sedikit marah. “aku nggak mau membuatmu bersedih shinta, aku akan
lebih bahagia, jika aku dapat melindungimu.” ucap rama. “aku sayang
padamu ram, aku nggak mau berpisah denganmu ram,” ucap shinta dengan
suara serak. “nggak bisa sayang, dunia kita ini berbeda, aku juga
menyayangimu, tapi aku nggak bisa terus berada disini. Di sampingmu
masih ada david yang akan menyayangimu seperti aku menyayangimu dulu.
Jadi aku harap ikhlaskan aku pergi shinta, karena keikhlasanmu berharga
bagiku. Aku juga akan selalu melindungimu lewat david, sayang.” ucap
rama meyakinkan shinta. “tapi,”. Shinta masih ragu. “udahlah shinta,
ikhlaskan rama pergi, aku akan menjagamu seperti rama dulu menjagamu,
karena aku sudah berjanji pada rama dan diriku sendiri. Aku nggak akan
mengingkari janjiku pada rama shabatku sendiri,” david meyakinkan
shinta. “Iya shinta, percayalah, diriku akan selalu ada pada diri
david.” ucap rama dengan meneteskan air mata. “Iya, aku akan
mengikhlaskanmu rama, dirimu dihatiku tidak akan tergantikan oleh
siapapun.” ucap shinta. “makasih sayang, aku pergi dulu ya, selamat
tinggal kekasihku dan sahabatku tersayang.” ucap rama sambil melangkah
pergi. “Ram, tunggu dulu” teriak david. Rama menoleh. “hati-hati di
jalan ya ram, titip salam ke malaikat-malaikat yang katanya CSmu itu”
ucapnya sambil tersenyum dan meneteskan air mata. “siap bos,” ucap rama
sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Shinta menangis dengan
tersenyum. Mereka semua melambaikan tangan, dan rama masuk kedalam
cahaya itu dan perlahan cahaya itu hilang. “sudahlah shinta, mari kita
pulang.” ucap david. Shinta hanya mengangguk sembari mengusap air
matanya.
Singkat cerita memang benar di diri david ada sosok rama. Dan
akhirnya David dan shinta hidup bersama penuh dengan cinta. Posisi rama
di hati shinta tak kan tergantikan. Begitu juga di hati david rama
adalah best friend forever. Di surga Rama bahagia melihat sahabatnya dan
kekasihnya itu hidup bahagia, tidak salah dia menitipkan shinta pada
david.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar